Cara menetaskan telur bebek dengan cepat

  • Whatsapp
Cara menetaskan telur bebek

Cara menetaskan telur bebek, Pada kesempatan kali ini syaifulhadi.com akan membagikan panduan bagaimana cara menetaskan telur bebek yang baik sehingga menjadi bibit anakan bebek yang unggul.

Dahulu kala jika kita ingin menetaskan telur bebek maka kita harus melakukanya dengan bantuan eraman induk ayam tetapi cara ini sangat terbatas karena kita tidak bisa menetaskan telur dalam jumlah banyak.
Maka dari itu kita bisa menggunakan mesin penetas telur bebek yang bisa kita buat sendiri.

Penjualan telur bebek di indonesia sangat banyak peminatnya tetapi untuk pedaging, daging bebek memang laku keras di pasaran karena memiliki cita rasa yang enak gurih dan nikmat.

Penetasan telur bebek menggunakan mesin bisa di lakukan dengan sangat efesien karena kita bisa menetaskan banyak telur sekaligus.

5 Cara menetaskan telur bebek dengan mesin

Kita perlu melakukan persiapan terlebih dahulu untuk menetaskan telur bebek yang baik. berikut cara menetaskan telur bebek:

  1. Lokasi mesin Penetas telur bebek. Telur bebek harus di letakan di dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak terkena hembusan angin secara langsung. Lokasi harus bersih, tidak lembab. agar telur tidak membusuk.
  2. Persiapan Mesin Penetas. Mesin penetas sebaiknya mempu mempertahankan kesetabilan suhu di dalam nya. serta memiliki ventilasi udara yang stabil.
  3. Bersihkan dari kuman. Lakukan Fumigasi untuk mengurangi kuman-kuman di dalam ruang mesin. Caranya adalah dengan menuangkan sekitar 0,6 gr bubuk Potasium Permanganat (KMNO4) ke dalam sebuah wadah lebar dan pipih, lalu tambahkan 1,2 cc Larutan Formalin. Segera masukkan wadah tersebut ke dalam ruang mesin. Tutup Mesin Penetas dan Lubang Ventilasi, tunggu kurang lebih 30 menit.
  4. suhu dan kelembaban penetasan telur bebek. Suhu yang stabil untuk penetasan telur bebek adalah 38°C atau 39°C. Pemanasan ini dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin. Lebih bagus lagi 24 jam sebelumnya untuk memastikan semua bagian mesin berfungsi secara normal. Amati fluktuasi suhu ketika Lampu Mati dan Hidup. Maksimal selisih suhunya adalah 2,3°C atau 4°F. jadi usahakan jangan sampai lampu mati cukup lama.
  5. Persiapan Telur .Utamakan bentuk Telur yang Oval, jangan terlalu Lonjong atau Bulat. Cara menilai Bentuk Telur Oval ialah Sumbu Pendek dibagi Sumbu Panjang dikali 100% . Bila nilainya antara 72% – 74% maka disebut Oval. Hindari Warna Telur yang Terlalu Biru atau Terlalu Putih. Jika terlalu biru, cangkang telur biasanya sulit pecah, kalaupun bisa umumnya bebek akan lumpuh. Sedangkan jika terlalu putih, biasanya DOD-nya akan kecil. Tuliskan Tanda x dan o dengan menggunakan Pensil di kedua ujung telur untuk memudahkan pengecekan pada saat membolak-balik telur.

Proses penetasan Telur bebek

Berikut proses penetasan telur bebek :

Hari ke-1 sampai ke-3 penetasan telur bebek

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan Posisi Tidur atau Tegak (letakkan bagian yang runcing di bawah dan bagian tumpul yang mengandung rongga udara di posisi atas). Telur bisa langsung dimasukkan ke dalam mesin atau dihangatkan (prewarming) terlebih dahulu dengan cara dilap perlahan-lahan secara merata menggunakan air hangat.
  • Cangkang Telur yang bersih akan memudahkan proses mengamati perkembangan anakan bebek di dalam telur.
  • Lakukan Candling (peropongan telur). Telur yang ada embrionya ditandai dengan munculnya bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Jika tidak ada tanda tersebut, telur dikeluarkan saja dan masih bisa dikonsumsi. Lakukan Peneropongan telur ditempat gelap agar bayangan telur tampak jelas.
  • Ventilasi ditutup rapat hingga hari ke-3.
  • Kontrol Suhu antara (37,8-38,9°C) atau (100-102°F).
  • Tambahkan air pada wadah jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4 penetasan telur bebek

  • Pada hari ke-4 ini, telur perlu diangin-anginkan (pendinginan) dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10-15 menit. Proses mengangin-anginkan telur perlu dilakukan setiap 3-4 hari sekali sampai hari ke 25.
  • Lakukan Proses Pembalikan Telur Harian. Disarankan telur di bolak-balik minimal setiap 3 kali sehari dengan durasi tetap. Semakin sering makin baik. Misalkan tiap 8 jam sekali, dimulai pagi pukul 06.00, siang pukul 14.00, dan malam pukul 22.00.
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
  • Catatan : Mengapa telur perlu didinginkan? Karena jika di amati pada Bebek yang sedang mengerami telurnya, maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian kembali mengerami telurnya. Bahkan aktivitas tersebut terkadang dilakukan setiap hari.

Hari ke-5 penetasan telur bebek

  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Kontrol suhu antara (37.8-38,8°C).

Hari ke-6 penetasan telur bebek

  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-7 penetasan telur bebek

  • Pembalikan telur harian.
  • Lakukan Candling untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati ditandai dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur. Sedangkan pada embrio yang tumbuh, semakin jelas penampakan serabut yang menyerupai sarang laba-laba.
  • Ventilasi dibuka seluruhnya.
  • Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.
  • Catatan Penting : Segera keluarkan Telur tidak fertil dan Embrio mati yang di temukan pada saat Candling. Jika dibiarkan, akan menjadi sumber Bakteri di dalam ruang mesin penetas yang nantinya akan menghambat merusak telur-telur lainnya.

Hari ke-8 sampai ke-20 penetasan telur bebek

  • Di hari ke-14, lakukan Candling untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Penampakan Embrio yang hidup akan terlihat mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
  • Pembalikan telur harian.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C).
  • Penambahan air pada wadah jika jumlah air berkurang.

Hari ke-21 sampai ke-25 penetasan telur bebek

  • Pembalikan telur harian.
  • Pada hari ke-21, lakukan Candling lagi. Embrio mati ditandai dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak.

Hari ke-26 sampai ke-27 penetasan telur bebek

  • Pembalikan telur dihentikan.
  • Kontrol Kelembaban, lakukan penyemprotan air hangat pada telur jika diperlukan (dengan semburan paling halus).
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari. Perlu dicermati, jika ada telur yang susah pecah, perlu dibantu dengan tangan tetapi harus hati-hati. Biasanya akibat cangkang terlalu tebal.
  • Bersihkan cangkang dan kotoran-kotoran lainnya agar tidak mengganggu telur yang belum menetas.

Hari ke-28 penetasan telur bebek

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas.
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar ruangan lebih longgar.
  • Pindahkan anakan bebek yang bulunya sudah setengah kering atau kering seluruhnya ke tempat lain yang suhunya hampir sama dengan suhu ruang penetasan
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
  • Setelah semuanya selesai, mesin tetas dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

Penyebab kegagalan dalam penetasan telur bebek

  • ventilasi tidak cukup, menyebabkan konsentrasi karbon dioksida terlalu tinggi
  • pembalikan telur kurang
  • sudut balik tidak benar
  • Kekurangan vitamin
  • Jamur atau kontaminasi lainnya dalam inkubator

di atas sering kali terjadi Penyebab kegagalan dalam penetasan telur bebek jadi harus teliti dalam bisnis budidaya anakan bebek.

Baca Juga : Ciri telur yang akan menetas

Demikian Cara menetaskan telur bebek dengan cepat semoga ulasan ini bermanfaat.

sumber referensi : alattetas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *